Jumat, 06 Juli 2012

MAKALAH MENYELESAIKAN PERSOALAN YANG SERING MUNCUL DI DALAM KELAS

                Di ajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah : Pengelolaan Kelas







                                                               Di Susun Oleh:
JUMAIDI
SUPATNA
ACH. KAIRI


UNIVERSITAS ISLAM MADURA (UIM)  FAKULTAS TARBIYAH JURUSAN PAI KAMPUS AL-MARDLIYAH  WARU PAMEKASAN TAHUN AJARAN 2011-2012






KATA PENGANTAR


Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul

 “MENYELESAIKAN PERSOALAN YANG SERING MUNCUL DI DALAM KELAS “ .Dalam penyusunan makalah ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih pada berbagai pihak atas bantuannya semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT.

Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maafkan jika banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis setulus
hati menerima kritik dan saran yang membangun agar dapat membantu guna
penyempurnaan  makalah ini.





                                                                                      Pamekasan, 29 Juni 2012


                                                                       
                                                                                                      Penulis





                                                                   ii








SAMPUL …………………………………………………….…………….  i
KATA PENGANTAR ……………………………………………………  ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………...…… iii
BAB I PENDAHULUAN………………………………………...................1

A. Latar belakang ………………………………………………………….... I

B. Rumusan masalah……………………………....…………………..……...2

C. Tujuan masalah…………………….............................................................2
 
BAB II PEMBAHASAN………………………………………….…………3
1.1.Mengajar……………………………………………………………….…3
1.2.Anak bermasalah dan tanda-tandanya …………………………………....3
1.3.Cara guru menghadapi siswa yang bermasalah…………………………..4
BAB III PENUTUP…………………………………………………………6
  1. KESIMPULAN…………………………………………………...…..6
  2. SARAN……………………………………………………………….6
DAFTAR PUSTAKA




   iii


  


A. LATAR BELAKANG MASALAH
Mengajar bagi guru memang bukan pekerjaan mudah,bahkan bisa dikatakan rumit, karena bukan saja guru harus tahu banyak tentang bahan pelajaran dan menguasainya,tetapi juga harus faham tentang murid-muridnya dan proses belajar mengajar di kelas, yang meliputi mendesain bahan pelajaran, memberikan tugas, menilai proses dan hasil belajar siswa dan sekaligus menegakan disiplin dan melakukan kegiatan
Bimbingan dan konseling bagi murid-muridnya.Menurut Supratman Zakir (2007) dalam http://supratman zakir.blokspot.com. Mengajar ialah melatih ketrampilan, menyampaikan pengetahuan, membentuk sikap dan memindahkan nilai-nilai.Oleh karena itu bisa dikatakan mengajar adalah membuat perubahan pada diri siswa,yang menyangkut pada pengetahuannya dan kepribadiannya,sehingga guru dikatakan berhasil dalam pembelajarannya apabila guru tersebut mampu mentranfer pengetahuannya dan mampu merubah prilaku siswa dari yang kurang baik menjadi baik.
Setiap anak memiliki kemampuan atau kelebihan yang berbeda-beda, begitu pula dengan kekurangan atau ketidak mampuannya. Dari berbagai kekurangan atau ketidak mampuan yang menjadi masalah bagi siswa salah satunya adalah siswa tidak mampu mengikuti pelajaran dengan baik,atau nilainya selalu rendah.Hal itu merupakan masalah bagi siswa dan tugas guru untuk dapat membantu menyelesaikannya.
Dengan demikian kita sebagai pendidik dan pembimbing sekaligus orang tua mereka, harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada anak didik kita .Dan sudahkah kita menjadi guru yang baik seperti yang diharapkan oleh siswa .     

                                                            1






Menyelesaikan persoalan yang sering muncul di dalam kelas
C. TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN
a. Tujuan penulisan
Adapun yang menjadi tujuan dalam penulisan makalah ini adalah :
- Untuk mengetahui masalah siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
- Untuk membantu memecahkan masalah yang dihadapi guru pada saat proses  membimbing siswa.
b. Manfaat penulisan
- Memberikan gambaran tentang masalah yang dihadapi guru dan cara membimbing atau mengatasi masalah yang sedang dihadapi.
- Suatu motifasi untuk melaksanakan observasi atau penulisan yang berhubungan dengan permasalahan anak / siswa.



                                                               2





BAB II

Mengajar dikatakan efektif apabila dalam prosesnya meliputi tiga langkah, yaitu langkah sebelum mengajar,langkah pelaksanaan mengajar dan langkah sesudah mengajar.Langkah sebelum mengajar meliputi membuat perangkat,menentukan tujuan pembelajaran,menentukan model pembelajaran.Langkah pelaksanaan mengajar,langkah ini berupa pelaksanaan model pembelajaran dan penerapan setrategi yang telah dirancang
Untuk membawa murid mencapai tujuan.Langkah sesudah mengajar, langkah ini berupa pengukuran dan penilaian hasil mengajar sehubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh guru.Dari proses penilaian inilah kegiatan guru dapat dilihat efektif atau tidak proses pengajaran yang diberikan oleh guru,dan berhasil tidaknya siswa dalam mengikuti pengajaran.
a.Ketegori anak yang bermasalah.
Seorang murid dikatakan sebagai anak yang bermasalah apabila ia menunjukan gejala penyimpangan prilaku yang lazim di lakukan oleh anak-anak pada umumnya. Prilaku ada yang sederhana ada yang ekstrem.Penyimpangan prilaku yang sederhana misalnya malas belajar,mengantuk, terlambat datang.Sedangkan prilaku yang ekstrem adalah sering membolos, memeras teman,tidak sopan,melawan guru.
b. Mengenal tanda tanda murid yang bermasalah.
Beberapa gejala pertanda adanya masalah atau adanya kesulitan belajar pada murid menurut Sri Esti Wuryani (1989) secara umum yaitu:
                                                                                   
                                                                   3


 
  1. Menunjukan prestasi yang rendah.
  2. Hasil yang dicapai tidak sesuai dengan usaha yanh dilakukan.
  3. Lambat dalam melaksanakan tugas-tugas belajar.
  4. Melakukan sikap yang kurang wajar seperti cuek,acuh tak acuh,dusta,suka berpura-pura.
  5. Menunjukan tingkah laku yang berlainan,missal mudah tersinggung,pemarah,murung,cemberut,kurang gembira,dll.
  1. Guru yang bersikap kasar danAntagonis.
Guru dalam menghadapi siswa yang mengalami kesulitan belajar sering menggunakan cara kekerasan,bahkan dengan emosi dan antagonis, dengan alasan penegkan disiplin.
Dalam Teori Antagonistik disebutkan konflik tak mungkuin dapat terdamaikan,karena biang konflik berasal dari seseorang yang menuruti perasaan dan hawa nafsu serta mengutamakan kekuasaan dan penguasaan seseorang terhadap orang lain. Jadi seseorang yang bersikap dan memakai cara antagonistik, maka yang bersangkutan selalu bertindak kasar dalam menyelesaikan suatu masalah.Oleh kerena itu apabila guru pengajarannya atau dalam menghadapi siswa yang bermasalah dengan menggunakan sikap yang mencerminkan antagonistic, maka guru selamanya tidak mungkin dapat menyelesaikan masalah masalah anak didiknya dengan baik, bahkan jika seorang guru yang tidak menyadari bahwa yang dilakukan itu kurang benar,maka nantinya akan mengarah pada tindak kekerasan guru terhadap siswa,dan dapat digolongkan dengan pelanggaran . Dampak yang akan muncul dari kekerasan akan melahirkan pesimisme dan apatisme dalam sebuah generasi. Selain itu terjadi proses ketakutan dalam diri anak untuk menciptakan ide-ide yang inovatif dan kreatif. Kepincangan psikologis ini dapat dilihat pada anak-anak sekolah saat ini yang cenderung pasif dan takut berbicara dimuka kelas,pendiam dan mbolos ketika guru galak dan bengis dalam mengajarnya.

                                                              4



b.Guru yang bijak dan melaksanakan peranannya sebagai guru.
Tolok ukur keberhasilan seorang guru dapat ditentukan berdasarkan sikap dan perilaku anak-anak didiknya. Sebagai pendidik, seorang guru akan merasa berhasil apabila anak-anak didiknya mau bekerjasama dalam proses belajar mengajar. Makna kerjasama
Adalah bersama-sama melakukan tugas dalam rangka proses pembelajarannya untuk mencapai tujuan.Disamping guru harus mahir mengelola kelas seperti diatas, guru juga harus mengerti betul dengan tugas dan peranannya dalam proses pembelajaran, seperti disebutkan oleh Supratman dalam www Edukasi.com.(2007) yaitu peranan guru adalah;
  1. sebagai pembuat keputusan, 2. sebagai motivator, 3. sebagai menejer, 4. sebagai pemimpin, 5. sebagai konselor, 6. sebagai insinyur / perekayasa, 7. sebagai model. Hal itu menunjukkan bahwa menjadi seorang guru merupakan suatu tugas dan peranannya bisa dibilang agak berat. Sebenarnya, jika kita anggap tugas itu berat, maka beratlah ia. Jika kita terima ia sebagai satu cabaran dengan cara yang positif,menyenangkan dan ihklas, maka mudahlah ia.Jadi apabila kita sebagai guru dalam menghadapi siswa melaksanakan peranannya sebagai guru seperti disebut diatas, mudah-mudahan dalam proses pembelajaran akan mendapat hasil yang optimal.



                                                                               5







A. KESIMPULAN
Guru dalam melaksanakan pengajaran dan menghadapi siswa yang bermasalah dengan menerapkan disiplin dan melaksanakan peranannya sebagai guru yaitu ; 1. seabagai pembuat keputusan, 2. sebagai motivator, 3. sebagai menejer. 4. sebagai pemimpin 5. sebagai konselor. 6. sebagai insinyur/ perekayasa, 7. sebagai model.
B. SARAN
Guru dalam melaksanakan pengajarannya hendaknya tidak lepas dari bimbingan dan konseling.



                                                                     6








Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1982. Buku II: Modul Pengelolaan Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Proyek Pengembangan Institusi Pendidikan Tinggi.
www.infodiknas.com
http://efonk-on3lov3.blogspot.com/2012/07/makalah-menyelesaikan-persoalan-yang.html



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar